Sebuah riset dari Prancis membuktikan, musik yang dinyalakan dengan suara kencang sangat mempengaruhi para penggemar minuman keras untuk terus minum dan minum.
Anggota tim observasi melakukan risetnya dengan mengunjungi 2 bar selama 3 kali tiap Sabtu malam. Mereka meriset pria yang berusia 18 sampai 25 tahun.
Di sanalah mereka menguji hipotesisnya. Dengan bantuan si pemilik bar, musik dinyalakan lebih keras dan pelan-pelan volumenya diturunkan. Musik pun berirama naik turun.
Saat musik dimainkan lebih cepat, peminum menenggak birnya hingga 3 menit lebih cepat.
"Kita telah memperlihatkan bahwa musik sangat mempengaruhi jumlah minuman yang dikonsumsi," kata Nicolas Gueguen, peneliti ilmu perilaku dari Universitas of Southern Brittany, Prancis, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (19/7/2008).
Sedangkan perhitungan waktu pemesanan minuman, dari yang hanya 14.51 menit menjadi setiap 11.45 menit.
Kendati demikian, riset itu belum mampu membuktikan mengapa musik yang keras dapat mempengaruhi untuk memicu minum lebih banyak. Kemungkinan karena saat musik dinyalakan keras percakapan menjadi lebih sulit dilakukan, sehingga memaksa mereka untuk menenggak minuman lebih banyak.
(ptr/gah)











































