Kalahnya Gus Dur dari anak asuhnya ini dianggap pengamat sebagai kekalahan telak. Oleh karena itu, PKB Gus Dur diimbau untuk membuat partai baru, atau membubarkan diri saja. Jika pilihannya membuat partai baru, konsekuensinya tidak bisa ikut Pemilu 2009.
"Ada dua pilihan, bikin partai baru dengan nama baru atau bubar," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit kepada detikcom, Sabtu (19/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berambut kuncir ini membantah jika putusan MA yang mengalahkan Gus Dur ini merupakan hasil intervensi penguasa. "Itu omong kosong! Siapa yang intervensi? PKB kan partai gurem. Apa artinya 10 persen buat negara ini. Kalau 20-50 persen baru diperhitungkan," ujarnya.
Arbi menambahkan, kalahnya Gus Dur di MA menunjukkan para hakim sudah insyaf.
"Hakim sudah insyaf. Partai modern tidak mengenal kekuasaan tertinggi ada di dewan syuro. Sekarang sudah benar, bahwa partai modern harus dikelola secara modern juga. Kekuasaan tertinggi ada di dewan tanfidz," pungkasnya. (anw/ana)











































