Depkes Tak Temukan Solusi Bagi 'Pengungsi' RSCM

Depkes Tak Temukan Solusi Bagi 'Pengungsi' RSCM

- detikNews
Jumat, 18 Jul 2008 19:31 WIB
Depkes Tak Temukan Solusi Bagi Pengungsi RSCM
Jakarta - Fatimah (50), pasien RSCM yang mengalami kebutaan di kedua matanya, dipapah oleh sukarelawan LBH Jakarta menuju lantai 7 kantor Departemen Kesehatan (Depkes). Seraya menahan sakit dari siksaan tumor yang menyerang matanya, dia meminta kepastian pelayanan RSCM ke Depkes.

"Kami ingin pelayanan yang layak. Saya ingin dioperasi," ujarnya kepada detikcom seraya memasuki ke lift di Kantor Depkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (18/07/2008).

Bersama 3 pasien RSCM lainnya dan tiga kuasa hukum dari LBH Jakarta, Fatimah mencoba memperjuangkan nasibnya. Fatimah dan kawan-kawan ditemui Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Depkes, Chalik Masuli.

Namun pertemuan yang berlangsung satu jam ini pun tak membuahkan hasil. Pihak Depkes pun tidak bisa berbuat taktis untuk memberikan perawatan kepada 30 pasien lainnya.

"Masalah penginapan bagi pasien merupakan wewenang Departemen Sosial (Depsos) dan Pemda," jelas Chalik.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pasien yang mengungsi dari dari RSCM bukan pasien rawat inap. Mereka adalah pasien berobat jalan dan dari luar Jakarta. "Malam ini, Depkes akan datangi LBH untuk mendata nama korban dan mengecek serta menindak lebih lanjut," tuturnya.

Menanggapi jawaban pihak Depkes, kuasa hukum pasien, Febi Yonesta, menyesalkan jawaban tersebut karena dinilai tidak jelas dan tidak menyelesaikan masalah. Para pasien berharap selama rawat inap tetap diberi perawatan dengan memadai.

"Keluhan yang paling utama adalah ketersedian penampungan selama pengobatan. Harusnya segera ditangani secepatnya," tuturnya seusai menemui pihak Depkes.

Dengan berjubelan di mobil Toyota Kijang tua, para pasien itu pun kembali ke kantor LBH Jakarta di Jalan Diponegoro dengan tangan hampa. Malam ini mereka kembali menginap berdesak-desakan dan beralaskan tikar seadanya di kantor LBH. (asp/aba)


Berita Terkait