Menkes Seperti Anak TK

Menkes Seperti Anak TK

- detikNews
Jumat, 18 Jul 2008 17:19 WIB
Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengusulkan, 30 pasien yang diusir dari RSCM lebih baik menginap di rumah saudaranya di Jakarta. Usulan Menkes tersebut dianggap ngawur. Anak SD pun dianggap bisa usul seperti itu.

"Itu usulan yang absurd. Dia tak lihat realita pasien sesungguhnya. Pasien nggak usah diajarin seperti itu bisa sendiri kalau memang ada saudara. Anak TK saja bisa ngasih solusi seperti itu," ujar pengacara publik YLBHI Febi Yonesta di di aula YLBHI, Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (18/7/2008).

Febi meminta kepada Menkes melihat sendiri kondisi pasien yang sangat memprihatinkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal senada disampaikan oleh salah satu pasien asal Depok, Jawa Barat, Yuliana. Tanpa disuruh menumpang ke saudara oleh Menkes, dia pun akan melakukan hal itu jika memang punya saudara di Jakarta.

"Kalau ada saudara di Jakarta, nggak disuruh menteri pun kita ke sana sendiri, ngapain dibilangi," ujar Yuliana kepada detikcom dengan nada kesal.

Yuliana, yang saat ditemui detikcom sedang makan nasi dengan lauk ikan asin, mengaku kondisi kesehatannya semakin menurun pascapindah dari RSCM tiga hari lalu.

"Sakit banget, kayak orang bisulan mau pecah. Apalagi waktu dari RSCM ke sini jalan kaki. Rasanya sakit sekali," keluh Yuliana.

Dalam kondisinya yang memprihatinkan tersebut, Yuliana masih saja mendapat pungutan liar. "Kemarin saya disedot cairan di tubuh. Saya harus bayar Rp 565 ribu. Tapi yang tertulis di kwitansi hanya Rp 256 ribu. Di mana yang Rp 300 ribu," tanya Yuli.

Sementara itu, pasien lainnya yang menderita tumor ganas di leher, Dedi Damhudi, juga semakin menurun kondisi kesehatannya pascapindah ke RSCM. Ia pun berharap agar kembali dirawat di RSCM.

"Kondisi suami saya makin menurun. Maunya ke RSCM lagi biar dekat pengobatannya,' ujar istri Dedi, Imah, memelas. (anw/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads