Keluarga dan puluhan teman Fahrudin berdatangan ke RS Bhayangkara, Jl Andi Mapaoddang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/7/2008). Mereka menanti proses otopsi jenazah Fahrudin selesai.
Fachrullah, adik korban, tidak menyangka sama sekali kakaknya akan mengalami nasib tragis sepert itu. Sebab selama ini, kakaknya tidak pernah bertingkah aneh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada diungkapkan Kila, teman satu kampus Fahrudin. Menurut Kila, korban dikenal sebagai mahasiswa yang humoris dan pandai bergaul. Fahrudin juga tak segan jika dimintai pertolongan oleh teman-temannya.
"Kalau datang ke kampus selalu melucu. Jadi, saya heran kok dia ditembak," tutur Kila.
Jenazah Fahrudin selesai diotopsi sekitar pukul 14.45 Wita. Jenazah mahasiswa jurusan Ilmu Manajemen itu langsung diberangkatkan ke kampung halamannya di Kabupaten Barru. (djo/asy)











































