Demikian menurut hasil polling yang dimuat dalam koran BusinessWorld dan dilansir kantor berita Reuters, Jumat (18/7/2008).
Dalam survei itu, hanya 22 persen dari 1.200 responden yang puas dengan kepemimpinan Arroyo. Sedangkan 60 persen responden mengaku tidak puas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut juru bicara istana kepresidenan, rating Arroyo yang rendah itu diakibatkan oleh tingginya harga bahan bakar dan pangan. Padahal Arroyo tidak bisa disalahkan atas kondisi yang terjadi secara global itu.
"Survei itu bertepatan dengan krisis global tingginya harga minyak dan pangan," kata juru bicara Anthony Golez.
"Banyak orang keliru menyalahkan pemerintah atas hal itu padahal itu hal yang tak bisa dihentikan Filipina, tidak juga presiden," imbuhnya.
Namun meski ratingnya terus merosot, posisi Arroyo tampaknya tidak terancam. Dia didukung oleh militer dan sekutu-sekutunya yang mendominasi DPR. Meski Senat dikuasai oposisi, namun gereja Katolik yang punya pengaruh besar di negeri itu juga mendukung Arroyo. (ita/ken)











































