"Itu karena miskomunikasi saja," ujar Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat ketika dikonfirmasi detikcom, melalui pesan singkat, Jumat (18/7/2008).
Menurut Komaruddin, dari dulu di perguruan tinggi yang dipimpinnya, ada mahasiswa tunanetra. Bahkan, ada yang pernah menjadi sarjana terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakultas yang cocok itu, menurutnya, yang memang sudah siap sumber daya dan fasilitas yang menangani mahasiswa tunanetra itu.
"UIN tak berubah. Peduli pada tunanetra," tegas Komaruddin.
Sebelumnya, Kabag Humas Yayasan Mitra Netra Aria Indriawati mengatakan, salah satu tunanetra yang didampingi yayasannya, Wijaya ditolak masuk UIN Jakarta.
Wijaya, yang lulus ujian masuk bersama (UMB) jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, tahun ajaran 2008.
"Saat daftar ulang ditolak pihak universitas, karena dia tunanetra. Uang yang telah dibayarkan sebesar Rp 1.850.000 dikembalikan kepada yang bersangkutan," kata Aria. (nwk/ir)











































