Dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (17/7/2008) malam, Anwar menceritakan kronologi penangkapannya.
Sabtu 12 Juli 2008, polisi datang ke rumah Anwar. Kedatangan polisi yang mengusik keluarganya itu, imbuh Anwar, memintanya untuk datang di Kepolisian Wilayah Kuala Lumpur pada Senin 14 Juli 2008, pukul 14.00.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minggu 13 Juli 2008, lanjut dia, polisi juga menyampaikan pesan pengadilan federal, melarangnya mendekati gedung parlemen, dalam radius 5 kilometer mulai hari Senin.
"Rumah saya dan Kepolisian Kuala Lumpur jaraknya tidak lebih dari 5 kilometer dari gedung parlemen. Permintaan itu menempatkan saya seperti tahanan rumah," tutur pria berkaca mata ini.
Senin 14 Juli 2008, sekelompok polisi datang di luar rumah Anwar. "Memperkuat kecurigaan saya, kalau mereka akan menangkap saya segera saat keluar rumah," ujar dia.
Anwar mengaku bingung mengenai perintah siapa yang harus dituruti. Perintah pengadilan yang menyuruhnya menjaga jarak dari gedung parlemen, atau perintah Kepolisian Wilayah KL yang menyuruhnya datang?
Hari Senin itu, imbuh Anwar, penyidik kepolisian Jude Pereira mengirimkan pesan via fax pada pengacaranya. Isinya, memintanya datang pada Rabu 16 Juli 2008 pukul 14.00 untuk diinvestigasi. Anwar langsung menyetujui dan menyampaikannya pada polisi melalui pengacaranya, Sankara Nair.
Rabu 16 Juli 2008, Anwar pergi ke kantor pusat Badan Pengawas Rasuah (Agen Anti Korupsi). Dia menyerahkan laporan tentang penyalahgunaan wewenang Jaksa Agung Gani Patail dan Kepala Polisi Diraja Malaysia Musa Hassan.
Sebelumnya, Selasa 2 Juli 2008, Anwar melaporkan Hassan dan Patail ke polisi di Shah Alam, sebagai buntut tuduhan sodomi kedua kalinya terhadap Anwar. Kubu Anwar menuding Musa Hassan dan Abdul Gani memalsukan bukti kasus sodomi 1998.
Pukul 12.45, penyidik Pareira menelepon Nair memastikan kedatangannya. Nair pun memastikan akan datang pukul 14.00.
"Kita sedang makan siang di rumah sebelum pergi ke polisi. 5 Menit kemudian, rumah saya diserang 1 tim polisi bertopeng dan bersenjata lengkap. Saya ditangkap ," jelas Anwar.
Anwar pun diperiksa selama 5 jam, dari pukul 14.30 hingga pukul 19.30. Sampai pemeriksaan ini, Anwar menilai penyidik melakukan tugasnyan dengan profesional. Dia bahkan langsung dibebaskan dengan jaminan AKP Razali dan AKBP Il Khor.
Setelah itu, sekembalinya Anwar dari RS KL, penyidik Pareira menginformasikan bahwa dia akan ditahan untuk dimintai keterangan keesokan harinya.
"Saya dan pengacara protes. Karena kita sudah bersedia untuk datang kapan pun dipanggil. Dan saya tidak perlu ditahan hingga bermalam, dan seharusnyab dibebaskan dengan jaminan polisi," kata pemimpin oposisi Malaysia ini.
Polisi tetap bersikeras dan akhirnya menangkap Anwar, meski sudah mengetahui kondisi kesehatannya yang payah.
"Saya tidur di lantai semen yang dingin. Memperburuk sakit punggung saya," ujar Anwar.
Sakit punggung itu dideritanya sejak penahanannya 10 tahun silam, pada 20 September 1998, oleh Kepala Polisi Diraja Malaysia saat itu, Irjen Pol Tan Sri Rahim Noor. Saat itu Anwar didakwa telah menyalahgunakan kekuasaan dan melakukan sodomi. (nwk/did)











































