Seperti yang terjadi pada Sri Sulastri (58), ibu rumah tangga asal Kertapati, Sumsel. Dia nekad mencari kediaman Helmy Yahya di kawasan Jakabaring, Seberang Ulu, Palembang, hanya untuk berfoto bersama.
โHelmy persis anak aku yang tertua, sekarang merantau ke Batam. Aku mimpi nian anak aku itu bisa sukses seperti Helmy. Kami ini juga keluarga miskin, seperti orangtua Helmy. Ya, mana tahu kami dapat berkahnya,โ kata Sri yang akhirnya berhasil menemui Helmy di kediamannya di Jakabaring buat berfoto bersama..
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Latar belakang Helmy yang merupakan anak orang tak berpunya, bapaknya seorang ustad dan pedagang kaki lima di Pasar 16 Ilir, yang sukses mengembangkan dirinya sebagai seorang pengusaha dunia hiburan di Jakarta, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Namun, tidak semua warga Palembang optimistis dengan kehadiran Helmy. Kalangan praktisi politik dan akademisi, meragukan kemampuan Helmy memimpin Sumsel.
โDia kan seorang pengusaha dunia hiburan. Manajemen pemerintahan dan dunia hiburan itu berbeda. Saya ragu dengan kemampuannya dalam memimpin Sumsel,โ kata seorang dosen dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang, yang tidak mau namanya disebutkan.
Menurut dosen pendidikan ini, masyarakat Sumsel harus jeli dan hati-hati menilai calon pemimpinnya ke depan. (tw/nwk)











































