Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan para kepala daerah kabupaten dan kota serta tokoh masyarakat se-Sumatera Utara (Sumut) yang berlangsung, Kamis (17/7/2008) malam di Hotel Grand Angkasa, Jalan Soetomo, Medan.
“Silakan berpolitik, tidak ada yang melarang, tetapi pelayanan terhadap rakyat tetap diutamakan,” kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak lupa SBY berpesan bila melihat ada kepala daerah yang tidak menjalankan pemerintahan dengan baik, agar segera dilaporkan kepadanya.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengemukakan pelaksanaan Pemilu 2009 yang akan diikuti 34 partai akan menghadirkan persaingan yang keras. Namun jangan sampai menebarkan fitnah.
“Biar kompetisi keras, tapi jangan ada fitnah dan kekerasan,” tukas SBY.
Pertemuan SBY pada malam ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan SBY selama tiga hari di Sumut. Presiden yang tiba di Medan dengan pesawat kepresidenan dari Jakarta Kamis sore sekitar pukul 16.10 WIB.
Pada Jumat 18 Juli 2008, Presiden dan rombongan dijadwalkan menutup acara Pesta Danau Toba (PDT) di Open Stage Kota Parapat, Kabupaten Simalungun. Sementara pada Sabtu 19 Juli 2008, Presiden akan melakukan panen raya di Desa Nagori Pamatang Panompean, Kecamatan Panompean Panai, Kabupaten Simalungun.
Selanjutnya menuju Kantor Bupati Serdang Bedagai (Sergai). Di sana rencananya presiden akan mendengarkan sistem pelayanan terpadu (Sistem Satu Atap/Samsat) yang diterapkan pemerintah setempat hingga berhasil mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), serta menerima buku biografi Alamrhum Tengku Rizal Nurdin mantan Gubernur Sumut yang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Mandala di Medan September 2005. Buku yang ditulis KI Damanik itu akan diserahkan istri almarhum, Ny. Siti Mariam Rizal Nurdin. (rul/nwk)











































