Polisi Surabaya Belum Diminta Bantuan Cari Aril

Kasus Mutilasi Ragunan

Polisi Surabaya Belum Diminta Bantuan Cari Aril

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2008 17:28 WIB
Polisi Surabaya Belum Diminta Bantuan Cari Aril
Surabaya - Aril Somba Sitanggang (34), agen properti berwajah ganteng diduga telah dibunuh di Surabaya. Pembunuhnya diduga adalah Verry Idham Henyaksyah alias Ryan, tersangka mutilasi Ragunan yang sudah tertangkap. Atas kasus itu, polisi akan mencari barang-barang bukti dan petunjuk soal Aril di Surabaya.

Namun pihak Polwiltabes Surabaya mengaku belum dihubungi untuk dimintai bantuan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus tersebut.  "Nggak ada perintah tuh," ujar Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya, AKBP Syahardiantono, saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (17/7/2008).

Syahardiantono mengaku sama sekali belum mendapat perintah dari atasan untuk menyelidiki dugaan tewasnya Aril di Surabaya. Namun dirinya siap bila sewaktu-waktu diperintahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Sigit, salah satu pengurus dari Gaya Nusantara, komunitas kaum gay Surabaya, mengatakan untuk mencari keberadaan Aril akan sulit. Bahkan,  bagi para kaum gay sendiri. Dan Komunitas Gaya Nusantara tidak pernah tahu tentang adanya seorang Aril di Surabaya.

"Kalau itu sih sudah masuk ranah personal," ujar Sigit.

Sigit lebih lanjut mengatakan bahwa biasanya seorang gay cenderung akan memakai nama samaran bila memasuki lingkungan baru. Dan gay tersebut lebih suka menutup diri dan menyembunyikan identitasnya karena tidak ingin agar identitasnya diketahui.

Sigit sendiri mengaku tidak tahu dengan  detil mengenai kasus mutilasi dengan latar belakang cemburu antar kaum gay tersebut. "Saya tahu kasus itu tapi cuma sekilas," tandas Sigit.

Aril Sambo Sitanggang (34) hilang sejak 23 April 2008. Sebelum hilang, Aril sempat pamit kepada ibunya Tiarma berangkat ke Surabaya. Ia janjian bertemu Ryan di stasiun untuk pergi bersama-sama. Beberapa hari kemudian Aril tak kunjung pulang. Keluarga melaporkan hilangnya Aril ke Polda Metro Jaya. (bdh/asy)


Berita Terkait