Namun pihak Polwiltabes Surabaya mengaku belum dihubungi untuk dimintai bantuan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus tersebut. "Nggak ada perintah tuh," ujar Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya, AKBP Syahardiantono, saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (17/7/2008).
Syahardiantono mengaku sama sekali belum mendapat perintah dari atasan untuk menyelidiki dugaan tewasnya Aril di Surabaya. Namun dirinya siap bila sewaktu-waktu diperintahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau itu sih sudah masuk ranah personal," ujar Sigit.
Sigit lebih lanjut mengatakan bahwa biasanya seorang gay cenderung akan memakai nama samaran bila memasuki lingkungan baru. Dan gay tersebut lebih suka menutup diri dan menyembunyikan identitasnya karena tidak ingin agar identitasnya diketahui.
Sigit sendiri mengaku tidak tahu dengan detil mengenai kasus mutilasi dengan latar belakang cemburu antar kaum gay tersebut. "Saya tahu kasus itu tapi cuma sekilas," tandas Sigit.
Aril Sambo Sitanggang (34) hilang sejak 23 April 2008. Sebelum hilang, Aril sempat pamit kepada ibunya Tiarma berangkat ke Surabaya. Ia janjian bertemu Ryan di stasiun untuk pergi bersama-sama. Beberapa hari kemudian Aril tak kunjung pulang. Keluarga melaporkan hilangnya Aril ke Polda Metro Jaya. (bdh/asy)











































