Hal tersebut diungkapkan Direktur RS Stella Maris, dr Viktor Trigno, di kantornya Jl Penghibur, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (17/8/2008).
"Kalau mau dikeluarkan atau pulang paksa, saya akan keluarkan dari RS. Tidak ada masalah kalau keluarga memang tidak mau membayar, ya mau apa lagi," kata Viktor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya meminta keluarga membayar biaya perawatan mulai tanggal 2 Juli hingga 12 Juli. Sebab saat itu keluarga korban tidak bilang mereka tidak mampu ke bagian keuangan. Sehingga dokter memberikan obat seperti pasien lainnya," kata Viktor.
Pulang ke Rumah
Sekitar pukul 14.30 WIB, Lasau akhirnya diizinkan pulang ke rumahnya di Pulau Bonerate. Pihak keluarga hanya membayar Rp 6 juta dari total tagihan yang mencapai angka sekitar Rp 12 juta.
"Kami tidak akan memindahkan dia ke RS lain, sebab kami tidak punya biaya lagi. Uang untuk membayar Lasau di RS ini (Stella Maris) juga hasil patungan kerabat di Bonerate," ujar Amin, keponakan Lasau.
Lasau dilarikan ke RS Stella Maris akibat terserang stroke di KM Bintang Cemerlang. Di kapal itu, Lasau bekerja sebagai jurumudi dengan gaji hanya Rp 10.000 per hari. Lasau sempat tidak diizinkan pulang dari RS karena belum melunasi biaya perobatannya. (djo/iy)











































