Kapolsek Mandau, AKP Ade Muliana mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Kamis (17/7/2008). Menurutnya, dua korban kakak beradik itu adalah Sari (16) dan Dian (13) warga Jl Tuanku Tambusai, Rt 02/05 Duri terpaut 150 km arah utara dari Pekanbaru.
Kepada petugas, keduanya mengaku peristiwa itu terjadi pada Rabu 16 Juli sekitar pukul 04.00 dini hari. Ketika kedua gadis ini terlelap tidur, cerita Sari kepada Polsek Mandau, diduga saat itu pria kolor coklat masuk ke dalam kamar mereka. Namun beruntung Sari tersentak dari tidurnya dan melihat ada orang masuk ke kamarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika adik saya dipukul dengan benda tumpul, saya tersadar, namun saya tidak bisa berbuat banyak. Mulut ini rasanya terkunci. Malah pria itu mengajak saya untuk turut membantu membunuh adik saya Dian," kata Sari seperti dikasahkan Kapolsek Mandau.
Masih cerita Sari, setelah memukul, pria aneh ini juga mencekik leher Dian. Sedangkan Sari hanya terdiam dengan rasa takut bangkit dari tempat tidur lantas duduk di pojok kamar. Akibat pemukulan dan cekikan di leher itu, Dian pun pingsan. Lantas pria ini mendekati Sari. "Pagi itu saya benar-benar ketakutan. Setelah adik saya dilumpuhkan, pria bertopeng kolor coklat meminta saya meladeni nafsunya," kata Sari.
Ketika pria meminta untuk dilayani nafsu bejatnya, tiba-tiba dari mulut Sari terucap kata βastaghfirullahβ. Saat itulah mulut Sari yang terasa terkunci selama 20 menit baru dapat berteriak meminta tolong.
Karena calon mangsanya berteriak, pria kolor coklat pun bergegas keluar dari kamar dengan melompat jendela. "Pengakuan korban, setelah pria itu keluar, hanya terdengar suara sepeda motor. Diperkirakan pelaku melarikan diri dengan sepeda motor jenis mesin dua tak," kata Kapolsek Mandau, AKP Ade Muliana. (cha/djo)











































