"Dari sisi akademis hubungan cinta sejenis bukan hubungan yang sehat, seperti egosentrik. Kalau kita bilang cinta itu bukan berarti memiliki, tapi bagi pasangan sejenis cinta harus memiliki," kata kriminolog Adrianus Meliala saat bebincang lewat telepon, Kamis (17/7/2008).
Adrianus melanjutkan hubungan seperti itu jamak dikenal dengan cinta platonis. "Pasangan sejenis ini kalau pasangannya selingkuh atau punya pacar baru, karena cintanya platonis dari pada pindah ke orang lain atau kehilangan pasangan maka berpikiran lebih baik dimatikan saja atau berprinsip lose-lose. Jadi tidak ada yang dapat pasangannya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada perusakan pada muka, ada sabetan dan tusukan mirip orang marah ada pada bagian kelamin dan perut. Ini mirip orang marah," tambahnya.
Selain itu Adrianus memberikan alasan, dalam kasus kriminal murni untuk mutilasi itu alasan utamanya adalah penghilangan jejak. "Biasanya kepala, kaki, dan tangan hilang. Tapi untuk diragunan kan tidak," tandasnya. (ndr/gus)











































