"Susah mencari orang yang menjadi panitia, trauma tidak bisa dihapus begitu saja, sementara orang yang memenuhi syarat untuk jadi panitia juga tidak banyak," kata anggota KPU yang juga Ketua Kelompok Kerja Logistik Abdul Azis kepada wartawan di kantornya Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (16/7/2008).
Untuk itu, menurut Azis, pihaknya berupaya untuk membesarkan hati para staf di KPU dengan caranya mengembangkan logistik. Sistem ini memungkinkan untuk mendeteksi kebutuhan yang lebih akurat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini sifatnya ini honorer. Selama ini, panitia mendapat reward, tapi sangat kecil. Itu tidak sebanding dengan resiko, yakni Rp 250 ribu per bulan.Mereka harus dipaksa baru mau, karena mereka PNS," jelasnya.
Soal panitia pengadaan logistik ini diakui Azis memang belum terganggu, karena pengadaan belum dimulai. Rencananya, tender pengadaan logistik baru akan dimulai bulan Agustus ini.
"Kalau ditanya siapa yang berminat, saya jamin tidak ada yang berminat," imbuhnya lagi. (zal/ndr)











































