"Soal kertas 8 ribu ton sisa Pemilu 2004 mau dijual. Hasil laboratorium menunjukkan kertas tidak layak pakai. Alasannya daya serap terhadap tinta berkurang dan kertas juga rapuh," kata anggota KPU yang juga Ketua Pokja Logistik Abdul Azis di kantornya Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (16/7/2008).
Rencana penjualan sisa kerta tersebut, lanjut Azis, pihaknya telah meminta Biro Umum untuk berdiskusi dengan BPK. Sebab, ini menjadi salah satu alasan laporan KPU disclamer.
"Makanya mau kami jual, kemungkinan kami tidak beli kertas, tapi nanti dalam pelelangan sistemnya paket," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tendenya Oktober menunggu DPT, kami ingin tepat waktu, anggaran tidak mau salah lagi yang kedua kalinya," imbuhnya. (zal/ndr)











































