"Mereka tidak berhak untuk menginap. Mereka itu pasien yang sudah masuk rawat jalan," kata staf humas RSCM Nata Sudrajat saat dihubungi via telepon, Rabu (16/7/2008).
Dia melanjutkan pada umumnya pasien itu berasal dari daerah yang tengah menjalani kemoterapi, pengobatan penyakit kanker. Dan karena keterbatasan biaya, pasien-pasien itu memilih tidak pulang ke rumah, dan untuk sementara menumpang di RSCM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun karena sudah waktunya untuk dilakukan pembangunan, pihak RSCM lantas mengosongkan Gedung B dan memindahkan pasien rawat inap ke Gedung A.
"Gedung B itu akan dibangun untuk perawatan berkelas internasional, sesuai amanat pemerintah. Agar orang Indonesia tidak pergi ke luar negeri untuk berobat," ujarnya.
Lalu adakah solusi untuk pasien yang terusir itu? "Kita ada memang rumah singgah, tapi itu sudah penuh kapasitasnya hanya 90-an orang. Dan tidak mungkin menampung pasien rawat jalan," tandasnya tanpa memerinci lebih jauh. (ndr/irw)










































