Lasau dilarikan ke RS Stella Maris pada 2 Juli karena pingsan dengan mulut berbusa di toilet Kapal Motor (KM) Bintang Cemerlang, tempatnya bekerja sebagai juru mudi. Saat itu KM Bintang Cemerlang sedang berlabuh di Pelabuhan Paotere, Makassar. Lasau langsung menjalani perawatan di ruang ICU karena kondisinya sangat parah.
Setelah sekian lama menjalani perawatan di RS, kondisi Lasau membaik. Pihak keluarga pun akhirnya memutuskan agar Lasau dirawat di rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan juga, jadwal kapal ke Pulau Bonerate (kampung Lasau) adanya hari ini," jelas Amin, salah satu keponakan Lasau di RS Stella Maris, Jl Penghibur, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (16/7/2008).
Kekhawatiran keluarga ternyata menjadi kenyataan. Mereka harus membayar biaya perawatan Lasau Rp 11,2 juta. Jumlah yang sangat besar bagi mereka.
"Kami hanya punya Rp 6 juta. Itu pun hasil patungan keluarga," Samriana (20), anak Lasau dengan wajah menyiratkan kebingungan.
Sebenarnya, Lasau mempunyai surat keterangan tidak mampu dari Camat Bonerate. Namun surat tersebut terlambat diterima oleh pihak RS Stella Maris. Hal ini semata-mata karena jauhnya jarak antara Pulau Bonerate Kabupaten Selayar dan Makassar.
"Perjalanan memakan waktu sekitar 35 jam. Belum lagi jadwal kapal yang tidak tentu," imbuh Amin.
Keluarga sangat berharap RS Stella Maris meringankan biaya perawatan Lasau. Namun hingga sore hari, tak kunjung juga ada jawaban atas keinginan mereka itu.
Selfi, staf keuangan RS Stella, mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak bisa memutuskan masalah keringanan biaya perawatan pasien.
"Silakan tanya ke pihak manajemen rumah sakit. Manajemen buka dari pagi hingga pukul 14.00 Wita," kata Selfi. Saat dimintai nomor telepon manajemen Selfi juga tidak bersedia memberikan. (mna/djo)











































