Ira (27), warga apartemen tersebut, kepada detikcom mengatakan apartemen Margonda Residence memang sudah banyak terjual. Namun para pembeli banyak yang mengontrakkan apartemennya kepada pihak lain.
"Yang tinggal di sini kebanyakan mahasiswa, dosen atau orang kantoran," ujar perempuan yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Indonesia ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan tempat pembunuhan di tower C kamar 309 A, menurut Ira lantai tersebut lebih sepi dari lantai lain. Sebab, penghuni di tower lain tidak punya akses ke lantai tersebut, tidak seperti lantai-lantai lainnya. Walhasil, kebanyakan memang penghuni lantai itu saja yang mondar-mandir di lantai 3.
"Kalau sampai ada pembunuhan, belum tentu tetangga tahu. Karena, belum tentu juga kamar di sebelahnya ada orang, kan banyak yang dikontrakkan," jelas dia.
Warga sempat bertanya-tanya saat melihat polisi memasang police line di kamar terbunuhnya Heri, Selasa (15/7/2008) malam. Bahkan, lanjut Ira, pihak pengelola dan pemasaran terlihat berada di lokasi sampai larut malam.
"Pengamanan memang pakai kartu akses, tapi sering juga orang menunggu penghuni membuka pintu agar dia bisa masuk ke dalam tanpa kartu akses," pungkas dia. (fay/asy)











































