"Saya puas," kata Xanana dalam wawancara dengan kantor berita Reuters, Rabu (16/7/2008).
"Ketika kami mengawali proses ini, kami datang dengan komitmen, komitmen untuk berubah, komitmen untuk bekerja sama, komitmen untuk melihat ke depan," imbuh Xanana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Xanana, kasus pelanggaran HAM tersebut kini telah ditutup. "Bagi kami, ini telah ditutup," tandasnya.
Xanana dan Presiden Timor Leste bertemu dengan Presiden SBY di Bali pada 15 Juli kemarin dalam rangka mendengarkan laporan dari anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) RI-Timor Leste.
Laporan KKP itu dinilai Presiden SBY sebagai proses penyembuhan luka lama yang diderita kedua belah pihak. SBY berharap, Indonesia dan Timor Leste tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.Dalam pertemuan itu, kedua kedua belah pihak menyatakan penyesalan dengan terjadinya pelanggaran HAM saat itu. (ita/iy)










































