Meutia Hatta: Caleg Perempuan Masih Minim

Meutia Hatta: Caleg Perempuan Masih Minim

- detikNews
Rabu, 16 Jul 2008 16:13 WIB
Meutia Hatta: Caleg Perempuan Masih Minim
Yogyakarta - Calon anggota legislatif wanita masih sangat minim. Kalau pun ada, mereka berasal dari kalangan PNS, istri pejabat publik atau pengurus partai.

Hal itu diungkapkan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Prof Dr Meutia Hatta usai memberikan ceramah di Konferensi Internasional Perempuan di Sektor Publik yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Wanita (PSW) UGM, di Ruang Seminar Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta, Rabu (16/7/2008).

"Hal ini disebabkan masih sedikitnya pendidikan politik bagi perempuan, terutama di daerah-daerah. Perlu dicari caleg di luar PNS, seperti dari kalangan pengusaha yang punya potensi," kata Meutia..

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meutia menambahkan, kaum wanita seharusnya lebih berani menjadi pengurus parpol. Hal ini secara tidak langsung dapat memperbaiki citra parlemen yang kini terpuruk.

"Kehadiran caleg perempuan paling dapat memperbaiki citra lembaga legislatif yang mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat," ujar Meutia.

Putri Bung Hatta ini menegaskan, keterwakilan perempuan dalam caleg parpol peserta pemilu merupakan harga mati. Sebab hal tersebut diamanatkan oleh Undang-undang.

"Sudah saatnya caleg perempuan dipilih dari parpol peserta pemilu. Parpol harus
mengakomodasi keterwakilan perempuan dalam calon anggota legislatif," tutur Muetia.

Menurut Meutia, perhatian dan pengawasan semua pihak diperlukan agar hal tersebut bisa dilaksanakan. Sebab sudah ada kecenderungan aturan itu dilanggar parpol.

"Apakah sudah dijalankan dengan baik apa belum, ini perlu ada pengawasan, sehingga di setiap partai nantinya muncul anggota legislatif perempuan. Selain itu, jumlah perempuan di eksekutif maupun yang lain juga harus bertambah," katanya.

Meutia menegaskan, anggapan politik adalah dunia laki-laki harus diubah. Pandangan itu sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi jaman yang terus berubah dan berkembang.

"Kalau masih ada parpol yang melihat politik itu dunia laki-laki. Itu tentunya tidak relevan lagi," pungkas Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini. (bgs/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads