Pengacara: Kesehatan Joko Membaik

Pengacara: Kesehatan Joko Membaik

- detikNews
Rabu, 16 Jul 2008 14:36 WIB
Pengacara: Kesehatan Joko Membaik
Yogyakarta - Joko 'blue energy' Suprapto masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Jogja International Hospital (JIH). Namun kondisi kesehatan Joko Suprapto mulai membaik. Dalam waktu dekat ini, dia bisa kembali diperiksa Polda DIY.

Hal itu diungkapkan pengacara Joko, Susantyo SH di RS JIH, Jl Ringroad Utara, Condngcatur Depok, Sleman, Rabu (16/7/2008).

"Saat ini gula darah Pak Joko sudah berangsur normal. Kesehatannya juga sudah juga mulai berangsur pulih," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, selama ini Joko menderita penyakit diabetes, jantung dan darah tinggi. Namun karena kondisinya sudah membaik, dalam waktu dekat dia akan segera keluar dari RS.

"Dalam waktu satu atau dua hari ini kemungkinan dia akan pulang," katanya.

Meski demikian, Susantyo belum bisa memastikan apakah Joko akan langsung kembali menjalani pemeriksaan atau tidak. Menurutnya, semua ini tergantung dokter yang merawat Joko.

"Kita belum bisa menjawab karena biasanya kalau orang baru keluar dari rumah sakit itu harus istirahat juga. Semua tergantung dokter. Kita belum bisa memastikan, secara pasti," kata Susantyo.

Susantyo membantah kliennya mengulur-ulur waktu pemeriksaan. Menurutnya, Joko tetap akan bersikap kooperatif dan terbuka. "Kita tidak akan mengakali, tapi terbuka apa adanya. Ini bukan akal-akalan pengacara, tapi memang kondisinya seperti itu," ungkap dia.

Dia menambahkan pihaknya juga tidak mempermasalahkan bila tim dokter Polda DIY
akan memeriksa Joko di RS. Namun dengan catatan, hal itu dilakukan seizin tim dokter RS JIH.

"Itu tak masalah kalau memang cara itu yang harus ditempuh," kata Susantyo.

Susantyo juga sempat dikonfirmasi soal kondisi kejiwaan Joko yang diduga stres. Menurut Susantyo, kondisi tersebut (stres) wajar dialami Joko.

"Masalah stres, orang atau siapapun akan menghadapi polisi pasti gugup sehingga semua kinerja organ tubuh pasti akan meningkat. Itu hal wajar dan manusiawi," pungkas dia. (bgs/djo)


Berita Terkait