Diusir RSCM, 26 Pasien Ngungsi ke LBH

Diusir RSCM, 26 Pasien Ngungsi ke LBH

- detikNews
Rabu, 16 Jul 2008 14:18 WIB
Diusir RSCM, 26 Pasien Ngungsi ke LBH
Jakarta - Sekitar 26 pasien ditolak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mendapatkan rawat inap. Akhirnya, mereka dipaksa keluar dan menginap di kantor LBH Jakarta.

Pasien-pasein dan pengantarnya, yang sebagian besar merupakan pasien rujukan dari sejumlah rumah sakit daerah ini akhirnya pindah dari RSCM dengan berjalan kaki sekitar 300 meter menuju Gedung YLBHI di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (16/7/2008) pukul 11.15 WIB.

Mereka membawa tikar, kasur lipat, bantal, termos menuju ruang lobi gedung YLBHI. Sementara para pasien, yang sebagian besar pasien Poli Bedah ini, langsung terkulai dan tiduran menggelar tikar dan alas tidur, saat tiba di YLBHI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasien-pasien ini berasal dari Bekasi, Tangerang, Bogor, Depok, Serang, Rangkasbitung, Lampung dan Kalimantan. Elih (19) asal Cibinong, Bogor, yang mengalami tumor di bagian perutnya mengatakan, dirinya sudah menderita sakit hingga perutnya membesar seperti orang hamil sejak dua bulan lalu.

"Tapi saya baru ke RSCM satu minggu lalu, tapi nggak dilayani dan malah disuruh pindah, sekarang kita ngungsi ke LBH aja," ujar Elih kepada detikcom lirih.

Seorang pengantar pasien mengatakan, RSCM sudah meminta mereka pindah dari ruang tunggu khusus pasien sejak dua pekan lalu. "Tapi baru hari ini kita diusir, sejak dua hari listrik dan air dimatikan, ya kami terpaksa ke sini (LBH), habis mau bagaimana lagi?" ujarnya.

Sementara advokat publik LBH Jakarta Febi Yoanesta mengatakan, tindakan RSCM melanggar Pasal 28 huruf h UUD 1945, melanggar Peraturan Menkes No 159/Menkes/SK/Per/II/1998 tentang Rumah Sakit dan Peraturan Menkes No 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan RS, melanggar kode etik RS Indonesia, serta mengancam keselamatan pasien yang ditolak rawat inap.

"Ini pelanggaran HAM dan hak pasien, oleh sebab itu, kami atas nama pasien akan mengadukan ke Komnas HAM siang ini pukul 14.00 WIB. Kita sudah janji akan ketemu Pak Ridha Saleh," kata Febi kepada detikcom.

Menurut Febi, ke-26 pasien rujukan RSUD ini ditolak RSCM dengan alasan tidak ada ruangan yang kosong dan terbatasnya SDM atau tim medis. Pihak rumah sakit mempersilakan pasien dan keluarga pengantar pindah di ruang tunggu sementara. Namun ruang itu tidak memiliki fasilitas medis.

"Karenanya, banyak pasien menjadi semakin parah penyakitnya, bahkan sampai ada dua pasien yang meninggal di ruangan itu," jelasnya. (zal/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads