"Kalau rakyat memilih dengan pertimbangan yang matang, rasional, dan jauh ke depan, saya optimis (menang). Mudah-mudahan perilaku pemilih mengalami perubahan dari tahun 1999, 2004 dan 2009 sekarang ini. Saya yakin perubahan itu sudah ada," kata Yusril.
Hal itu dia sampaikan sebelum menutup Musyawarah Kerja Nasional Partai Bulan Bintang (PBB) di Hotel Grand Cempaka, Jl Jenderal Suprapto, Jakarta Pusat, Rabu (16/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana dengan kandidat capres lain yang sudah punya nama? "Masing-masing sudah punya nama, dan masing-masing sudah punya persiapan. Kita bertarung secara fair, terbuka, jujur dan adil. Keputusan akhir kita serahkan kepada rakyat yang memilih," ujarnya diplomatis.
Ketua Majelis Syuro PBB ini mengakui pernyataannya yang menyebut saat ini menjadi momentum untuk pemimpin muda merupakan salah satu strategi. Tujuannya untuk menarik simpati pemilih muda maupun pemilih pemula.
"Ya, tapi tentu batas muda itu relatif. Saya menyadari bahwa saya jauh lebih muda dari beliau-beliau (capres lainnya) itu. Tapi mungkin juga ada calon yang lebih muda usianya dari saya. Tidak tertutup kemungkinan untuk itu," ujarnya.
Mantan Mensesneg ini pun santai saja menanggapi sebuah survei yang tidak memasukkan nama Yusril sebagai capres kuat.
"Ya kita lihat saja. Mudah-mudahan hasil survei itu benar. Jadi kalau ada kekurangan-kekurangan, kita akan bekerja lebih keras. Kita mempersiapkan sematang-matangnya, masih ada waktu satu tahun ke depan untuk melakukan persiapan," urainya.
(fiq/iy)











































