Keempat anggota dewan itu adalah Abdullah Azwar Anas dari FKB, Tamsil Linrung dan Abu Bakar Hasan dari FPKS, serta Dradjad H Wibowo dari FPAN. Mereka ditemui Agung di ruangannya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2008).
"Kalau sampai masa sidang selesai, apabila tidak ada anggota dewan yang menyatakan pendapat, maka penjelasan presiden terkait dengan interpelasi dianggap selesai. Oleh karena itu karena 1 minggu lagi reses, sementara menurut kita ini perlu ada pendalaman dan penjelasan terhadap substansi yang dinyatakan dewan terhadap Presiden, maka DPR mengajukan pendapat," kata Abdullah Azwar Anaa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepertinya kita bukan negara berdaulat. Padahal kita adalah negara berdaulat yang memiliki keunggulan kompetitif yang juga bisa mempengaruhi ekonomi global. Sehingga dengan demikian, menurut kami tidak sepantasanya kita mengambinghitamkan ekonomi global sebagai penyebab terpuruknya harga bahan pokok," beber Abdullah.
Dia bersikukuh, kenaikan harga bahan pokok lebih karena soal politik ketahanan pangan dalam negeri yang lemah. Selain itu juga karena sistem koordinasi antar departemen.
"Termasuk policy pemerintah menaikkan harga gabah, justru ketika masa panen telah selesai. Sehingga antara policy dengan aspek-aspek di lapangan tidak jalan," jelasnya.
Agung Laksono pun menerima pendapat para interpelator itu. Namun, Agung tidak bisa menggelar rapat paripurna dalam waktu dekat sebab 18 Juli 2008 merupakan masa reses.
(fiq/iy)











































