"Tergantung hasil Pemilu. Kalau (hasil) Pemilunya nggak pas, susah juga," kata Sumargono atau biasa disingkat Gogon, ditemui di sela-sela Mukernas IV PBB di Hotel Grand Cempaka, Jl Suprapto, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2008).
Menurut Ketua DPW PBB DKI Jakarta itu, Yusril akan jadi capres jika perolehan suara PBB signifikan. Agak berseloroj, Gogon menyatakan, jika suara PBB mencapai 20-an persen, maka Yusril akan digadang-gadang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan koalisi, terbuka juga kemungkinan Yusril hanya akan diplot sebagai calon Wakil Presiden. Namun, jika suara PBB sangat signifikan, taruhlah sampai 30-an persen, maka PBB tak perlu berkoalisi.
"Kalau kita tidak signifikan, tergantung yang ngajak. Kalau signifikan bisa dua-duanya dari PBB. Misal kita dapat 40 persen, maka ngapain koalisi? Capres dari PBB dan cawapres dari PBB," lanjutnya.
Lalu, partai apakah yang kira-kira akan diajak PBB berkoalisi? "Kecenderungannya platform yang sama seperti di NTB. Kalau yang bertentangan, nanti susah kita, ideologinya beda," jelasnya.
Tapi, seperti yang terjadi dalam Pilkada Sumatera Barat, PBB bisa saja berkoalisi dengan partai sekuler seperti PDIP. "Ya, namanya politik bisa juga kalau terpaksa," kata Gogon tergelak. (aba/fay)











































