Sehingga, Barack Obama diprediksi menang dalam Pemilu AS pada November 2008 nanti. Berbagai faktor kemenangan itu diungkapkan pengamat politik AS, Peter Hart.
"86 Persen masyarakat menerima Obama yang keturunan Afrika-Amerika sebagai presiden," ungkap Hart dalam diskusi "Suasana Amerika dalam Menyongsong Pemilu 2008" yang diselenggarakan lembaga persahabatan AS-Indonesia, United States-Indonesia Society (Usindo), di Hotel Aryaduta, Jl Prapatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
itu, Obama memiliki probabilitas besar untuk menang pada Pemilu November nanti, karena 52 persen masyarakat Amerika menjagokan Demokrat.
"Suara Demokrat tidak pernah di atas Republik sejak 3 periode Pemilu terakhir di Amerika. Fenomena ini menguntungkan bagi posisi Obama," jelasnya.
Selain, dari pendukung Demokrat, Obama akan mendulang suara dari kaum minoritas dan kaum muda Amerika. Menurutnya masyarakat Amerika mengkategorikan Obama sebagai kandidat harapan dan saingannya, John McCain, sebagai fear candidate (kandidat menakutkan).
Obama dinilai sangat inspirasional, mewakili generasi terkini dan selalu mengetengahkan perubahan dan peluang. Berbeda dengan McCain yang dianggap sebagai Capres yang akan mengatur Amerika dengan formula lama. (aba/iy)











































