"Hasil rekomendasi KKP menjadi proses penyembuhan luka lama agar kejadian serupa tak terulang lagi di masa yang akan datang," kata SBY.
Dia menyampaikan hal itu dalam sambutannya di hadapan Presiden Timor Leste Ramos Horta, PM Timor Leste Xanana Gusmao, dan para delegasi kedua negara di Ballroom Grand Hyatt Hotel Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (15/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu banyak laporan laporan tentang terjadinya kekerasan di tivi-tivi, banyak korban jiwa pelanggaran HAM. Mereka hanya mampu memberi gambaran secara acak. Seiring adanya kebenaran baru yang dihasilkan ini, yang dilakukan secara terarah dan sistematis, diharapkan ada penyelesaian yang tuntas," ujarnya.
SBY yang mengenakan jas warna hitam dan dasi merah kembali menegaskan, kasus ini tidak akan dilanjutkan ke jalur hukum. Akan tetapi kedua belah pihak menyatakan penyesalan dengan terjadinya pelanggaran HAM saat itu.
Sementara itu, Presiden Timor Leste Ramos Horta menyatakan akan segera menindaklanjuti hasil laporan KKP. Timor Leste, lanjut dia, akan pro aktif melakukan kerjasama dengan Indoensia terutama dalam hal ekonomi dan pertahanan.
"Kita akan tingkatkan kerjasama keamanan dan perdagangan di perbatasan," kata Ramos.
SBY dan Ramos pun menyampaikan terima kasihnya kepada KKP yang telah menyelesaikan laporan itu dalam waktu cukup singkat, yaitu 2,5 tahun saja.
(fiq/fay)










































