"Nggak benar itu. Boleh kalau mau dibuktikan," kata orang dekat Gus Dur, Aris Junaidi, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (15/7/2008).
Yusuf, dalam pernyataannya di KPK, menyebut uang Rp 300 juta dibayarkan pada Aris Junaidi. Di kuitansi BNI tertanggal 14 November 2006, uang tersebut digunakan untuk biaya rumah sakit Gus Dur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aris juga menyangkal aliran uang itu juga untuk membiayai pengobatan Gus Dur. "Nggak benar," bantahnya.
"Dia (Yusuf) maunya dibemperi partai, seolah-olah uang itu disetor ke partai (PKB), ke Gus Dur, supaya nggak diperiksa lagi karena KPK nggak berani periksa Gus Dur," kata Aris.
Menurut Aris, sejak bulan Juni 2008 Yusuf sudah meminta kepadanya agar bersedia memberi kesaksian di KPK. Yusuf meminta Aris mengatakan uang itu untuk PKB.
"Satu bulan yang lalu dia minta supaya saya memberi kesaksian begitu. Saya tidak mau. Saya belum pernah diperiksa KPK, tetapi saya siap memberi keterangan soal itu," ujarnya.
Terkait uang senilai Rp 500 juta yang kabarnya diberikan untuk pembangunan Gedung LPP DPP PKB, Aris juga membantah pernyataan Yusuf.
"Dulu ketika saya tantangin, saya tagih, dia nggak jelas juga. Katanya duitnya sudah dikasih ke Muhaiminlah, siapalah," kata Aris kesal. (fiq/fay)











































