Nun jauh di Budapest, 10.337 km dari Jakarta, wajah lain Indonesia menjadi pusat perhatian sejumlah pejabat pemerintah Hongaria, para Dubes dan Konsul negara-negara sahabat serta istri, wartawan, pengusaha dan tokoh masyarakat wanita setempat.
Mereka berkumpul dan larut dalam sebuah prosesi kebudayaan Indonesia yang luhur, damai dan penuh pesan-pesan simbolik tentang harmoni dan keseimbangan. Medium sentralnya adalah jabang bayi pasangan Aas Subarkah dan Shinta Hapsari (Sekretaris III Ekonomi) dalam upacara mitoni (selamatan bayi usia 7 bulan dalam kandungan, red).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dubes Mangasi Sihombing dan Ny. Parodang Sihombing bertindak sebagai wakil orangtua Shinta Hapsari, sedangkan mewakili orangtua Aas Subarkah adalah M. Yusuf dan Ny. Nuni Anggraini. Selanjutnya 'dipomasi jabang bayi RI' melalui upacara mitoni itu dimulai dengan sungkeman oleh Aas Subarkah dan Shinta Hapsari.
Sesuai tradisi, acara siraman (menguyur air/mandi, red) dilakukan oleh tujuh orang. Sesi ini dikemas interaktif. Ayah jabang bayi, Aas Subarkah yang saat ini sedang studi program master di Al-Azhar University, Cairo, mengawali siraman, lalu diikuti oleh Dubes Alena Kupchina dari Belarus dan Dubes Veronica Erte dari Latvia.
Upacara dilakukan secara lengkap termasuk ganti busana dengan 7 motif kain batik, memutus lilitan janur atau lawe, memasukkan telur ke dalam kain, brojolan dengan 2 kelapa muda dan makan rujak. Sesi ganti busana sekaligus memperkenalkan ragam jenis dan motif batik yang masing-masing melambangkan sikap hidup baik, yang kiranya terwujud kelak dalam diri jabang bayi yang sedang ditunggu kelahirannya.Β Β Β
Koordinator Fungsi Pensosbud Arena Sri Victoria kepada detikcom Jumat (11/7/2008) menuturkan bahwa dari diplomasi mitoni yang digelar sehari sebelumnya itu para tamu sangat terkesan dan mengakui kekayaan kebudayaan Indonesia.
Yang menarik, tradisi mitoni yang berakar dari Jawa ternyata juga terdapat pada kebudayaan etnis lain dalam bentuk berbeda, seperti misalnya dalam budaya Batak yang disebut dengan upacara pabosurhon. Karena itu Dubes dan Ny. Sihombing melengkapi mitoni ini dengan menganugerahi orangtua jabang bayi dengan sebuah Ulos Tapanuli Selatan, sementara untuk si jabang bayi berupa Ulos Tondi, sebagai doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bayi dan kedua orangtuanya senantiasa dalam lindungan-Nya.
Diplomasi kebudayaan mitoni ini dilengkapi pula dengan jajanan pasar dan tumpeng, serta dimeriahkan dengan tari-tarian yang dibawakan oleh Alexander Riyanto dan Riskanty Dewi Gonczol. Keseluruhan upacara ini dicanangkan sebagai bagian dari promosi Visit Indonesia 2008. (es/es)











































