Demikian seru Presiden SBY dalam pembukaan The New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) Ministerial Meeting on Capacity Building for Palestine, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2008).
"Kita harus mengambil langkah nyata memberdayakan bangsa Palestina di berbagai bidang agar mereka siap mengelola negaranya yang merdeka dan berdaulat," kata SBY.
Terkait langkah nyata itu, Indonesia saat ini tengah mendidik sejumlah warga Palestina sebagai calon diplomat dan pejabat pemerintah. Program pendidikan itu ditargetkan bisa diterapkan peserta didik paling tidak lima tahun ke depan.
Di samping itu ada berbagai program pendidikan lainnya bagi sedikitnya seribu warga Palestina. Mereka inilah yang kelak menjadi motor dalam membangun kehidupan politik, sosial, pemerintahan dan ekonomi hadapi berbagai tantangan bernegara.
Bersama Afrika Selatan, Indonesia menjadi co-chairman dalam kegiatan KAA yang secara khusus fokus pada pemberdayaan Palestina. Lebih lima puluh tahun dukungan yang diberikan anggota KAA tertuju pada dukungan politis melawan pendudukan Israel serta bantuan kemanusiaan.
"Proyek pemberdayaan kapasitas ini tidak hanya sampai lima tahun ke depan. Ukuran sukses konferensi ini bukan berapa banyak dana terkumpul tapi berapa banyak warga Palestina mendapat manfaatnya," sambung SBY. (lh/nwk)











































