Ini dikarenakan sejumlah 'masalah' yang mendera Bill. Di antaranya, penolakan Bill menyebutkan siapa yang telah menyumbangkan uang untuk perpustakaan kepresidenannya. Juga adanya kekhawatiran mengenai perselingkuhan Bill dengan wanita-wanita lain.
Hal-hal itu bisa membuat Hillary tidak akan lolos prosedur seleksi yang harus dijalani semua kandidat wapres. Demikian diungkapkan sumber-sumber kubu kampanye Obama seperti dilansir harian The Daily Telegraph, Senin (14/7/2008).
"Ini prosedur operasi standar bahwa kandidat wapres saat ini harus benar-benar diperiksa," kata sumber tersebut. "Itu artinya keuangan mereka dan segala hal tentang mereka," imbuhnya.
"Semua hal harus dibeberkan ke firma hukum yang mengawasi proses ini. Ada angket. Itu mencakup semuanya, termasuk 'apakah Anda punya pacar?'," kata sumber yang merupakan seorang pejabat Demokrat itu.
Pekan lalu, Obama mengakui kalau dirinya memandang Bill sebagai 'komplikasi' yang membuat dirinya lebih sulit memilih Hillary. Hal itu disampaikan Obama kepada pendukung terkemuka Hillary, Jill Iscol.
Iscol bersikeras, Hillary-lah yang layak menjadi wapres Obama. "Kita harus memilih orang yang paling berkualifikasi, paling bijak, paling cerdas, paling berpengalaman untuk memimpin negara kita bersama Barack Obama. Dan menurut saya, dialah Hillary Clinton. Kita butuh dia, dan partai butuh dia, dan ini akan jadi tiket yang memuluskan jalan ke Gedung Putih," pungkas Iscol.
Namun tampaknya Obama lebih cenderung memilih kandidat lain. Pekan lalu, direktur komunikasi kampanye Hillary, Howard Wolfson mengatakan, "sejauh yang saya tahu" Hillary belum diminta menyerahkan berkas-berkas sebagai bagian dari prosedur formal penyeleksian.
Namun yang lainnya, Gubernur Kansas Kathleen Sebelius, Senator Missouri Clair McCaskill dan Senator Delaware Joe Biden telah diminta menyerahkan dokumen-dokumen yang menunjukkan bahwa mereka sedang dipertimbangkan kubu Obama. (ita/ana)











































