Pembunuhan Karakter Kejaksaan & Kehakiman Indonesia

Judul Pledoi Pengacara Artalyta:

Pembunuhan Karakter Kejaksaan & Kehakiman Indonesia

- detikNews
Senin, 14 Jul 2008 11:58 WIB
Pembunuhan Karakter Kejaksaan & Kehakiman Indonesia
Jakarta - Entah berusaha menarik hati majelis hakim, OC Kaligis menyusun pembelaan untuk kliennya, Artalyta Suryani, dengan judul 'Pembunuhan karakter Kejaksaan dan Kehakiman Indonesia'. Apa maksud dia?

"Majelis hakim, kami ambil judul pledoi kami, Pembunuhan Karakter Kejaksaan dan Kehakiman Indonesia," kata Kaligis memulai pledoinya di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/7/2008).

Kaligis memulai pledoinya dengan menceritakan sejarah Cicero, filsuf Yunani yang melakukan pembelaan atas dakwaan terhadap sahabatnya. Meski pledoi Cicero itu dianggap yang terbaik di sepanjang masa, namun desakan publik membuat sahabatnya itu tetap dieksekusi penguasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah 'berdongeng', barulah Kaligis menceritakan proses penangkapan Artalyta Suryani. Kaligis menyebutkan, bahwa ada kesengajaan KPK tidak menangkap Artalyta berbarengan dengan jaksa Urip Tri Gunawan.

"Itu tujuannya apa? Itu untuk menyudutkan institusi kejaksaan!" kata Kaligis.

Menurut Kaligis, KPK membiarkan Artalyta dalam keadaan panik beberapa jam setelah Urip ditangkap pada 2 Maret 2008 itu. Sehingga, Artalyta lalu menghubungi sejumlah nama penting seperti Jampidsus Kejagung saat itu, Kemas Yahya Rahman, Dirdik pada Jampidsus saat itu M Salim dan Jamdatun saat itu Untung Udji Santoso.

"Siapakan di antara kita yang bisa membuktikan telepon antara Artalyta dan M Salim tentang memperdagangkan hukum?" kata Kaligis.

Untuk diketahui, terbukanya rekaman percapakan Artalyta dengan sejumlah pejabat itu telah membuat kehebohan di Kejagung dan MA. Di Kejagung, sejumlah pejabat eselon I dan II dicopot dari jabatan, sementara di MA, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat Chaidir dicopot karena ketahuan menelepon Artalyta.
(aba/ana)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini