Menurut pengamat dari lembaga kajian politik Indo Barometer, M Qodari,Β Gerindra yang kini menjadi perahu politik Prabowo, memiliki potensi seperti Partai Hanura.
"Golkar makin runyam, makin tercabik-cabik. Setelah Wiranto keluar, sekarang Prabowo. Kalau nantinya suara Gerindra besar, signifikan, maka yang pertama-tama termakan itu suaranya Golkar," kata Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira Prabowo adalah salah satu calon potensial. Dalam survei Indo Barometer, Prabowo termasuk salah satu nama yang sudah muncul di publik walau kecil. Prabowo juga punya dana yang cukup besar. Kalau kita lihat, hari kedua masa kampanye ini, partai yang iklannya sudah intens itu Gerindra," jelasnya.
Dia menilai, pendukung Prabowo berasal dari banyak kalangan. Mulai dari kalangan militer, nasionalis, Islam konservatif, hingga aktivis yang pernah jadi korban penculikan.
Sedangkan untuk basis pemilih, Gerindra sudah mengincar kalangan petani dan nelayan.
Pasangan Prabowo
Jika Prabowo maju sebagai capres, ada kecenderungan kalangan Islam akan dilirik sebagai cawapresnya.
"Mungkin ada kecenderungan ke sana. Prabowo itu kelompok militer nasionalis yang dulu berusaha membangun hubungan baik dengan kalangan hijau. Beberapa orang dekat Prabowo dekat dengan kelompok Islam konservatif, seperti Fadli Zon dan Ahmad Sumargono. Jadi kalau maju capres, kemungkinan wakilnya dari kelompok Islam," urainya. (fiq/fay)











































