Hingga Senin (14/7/2008) pagi, mereka belum ditemukan. Hilangnya 5 anggota PPK itu bermula saat puluhan orang mendatangi kantor PPK Tebingtinggi pada Sabtu 12 Juli 2008 sore, untuk menuntut perhitungan ulang.
Perhitungan suara terhenti dan 5 anggota PPK itu tidak diketahui kemana perginya. KPUD dan polisi mencari mereka sepanjang akhir pekan sampai Senin dini hari, namun hasilnya nihil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Ketua KPU Lahat Rasyid Padjim mengatakan, KPUD telah mengambil sikap. Bila sampai pukul 00.00 (Minggu malam) kelima anggota PPK itu tidak ditemukan, maka KPUD akan mengambil alih tugas PPK Tebingtinggi sehingga pilkada bisa berjalan sesuai dengan tahapan yang sudah ditentukan.
Pilkada Kabupaten Lintang Empat Lawang, digelar pada Rabu 9 Juli 2008 dan diikuti 5 pasang calon. Mereka adalah Budi Antoni-H Sofyan Jamal yang diusung Partai Golkar, PNBK, PKB, dan PBR. Nomor urut 2 adalah H Abdul Shobur-Amirul Husni SH yang dicalonkan PPP dan Partai Demokrat.
Nomor urut 3 adalah Joncik Muhammad-H Idham Madani yang dijagokan PAN dan PKB. Kemudian ada Kol CPL (Purn) Rusman Azhari Amancik-Fahrurozi Alie yang diusung Partai Merdeka, PKPB, PDS, sejumlah partai kecil. Terakhir, pasangan Yulizar Dinoto-Yulius Maulana PDIP, PKS, Patriot Pancasila dan Pelopor.
Di tengah perhitungan suara, pada Sabtu 12 Juli 2008 mulai terjadi gelombang unjuk rasa menuntut perhitungan ulang di Tebingtinggi. Massa mengatasnamakan Front Pemuda dan Masyarakat Empat Lawang. Mereka menuding banyak terjadi kecurangan, seperti adanya politik uang, mobilisasi pemilih dan pemilih di bawah umur. (tw/fay)











































