Persiapan acara akikah sebenarnya sudah siap digelar. Seekor kambing jantan dan bumbu-bumbu dapur sudah dibeli Mustajab, beberapa sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya di Mapolsekta Biringkanaya.
Koptu Mustajab pergi untuk selamanya saat putrinya ke-empat masih berumur 15 hari. Menurut istrinya, Hairiyah, Mustajab menginginkan nama Siti Hardiyanti untuk putri satu-satunya itu. Sejak menikah pada 1995, Mustajab dan Hairiyah dikaruniai tiga putra yakni Firman, Dadang dan Adrianto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar kematiannya pun masih simpang siur. Ada yang bilang kalau ia tewas akibat penganiayaan anggota Polsek Biringkanaya. Pula ada menganggap kematiannya berkaitan dengan sakit yang ia derita. Yang pasti sebelum ia dipastikan meninggal, ia baru saja melakukan terapi batu giok Ceragem.
Keterangan yang dilansir oleh Humas Polda Sulselbar, Kombespol Heri Subiansauri, Mustajab sempat mengamuk dan mengomeli pasien di klinik tersebut. Kedatangan polisi untuk menenangkan Mustajab.
"Tidak mungkin ada penganiayaan, di lokasi ada keluarga korban yang melihatnya," ungkap Heri ketika ditelepon detikcom. (mna/fay)











































