"Kami disuruh melihat, tapi tak tega," kata Dado, kakak ipar Heri kepada wartawan di RSCM, Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (13/7/2006).
Dado datang ke RSCM bersama dua orang kerabat lainnya. Ia mendatangi rumah sakit tersebut setelah ramai pemberitaan tentang mutilasi di Ragunan. Ia pun membawa ijazah yang ada foto Heri untuk mengidentifikasi mayat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































