Saat dikonfirmasi detikcom pada Jumat (11/7/2008) malam, Khaidir menyangkal bahwa kontak teleponnya itu karena Artalyta hendak berkonsultasi padanya. Menurut Khaidir, kontaknya dengan Artalyta hanya untuk say hello saja.
"Terakhir saya kontak dia itu tanggal 1 Maret, kan dia ditangkap tanggal 2 (Maret). Komunikasi telepon ya biasa biasa saja, sekadar say hello, tanya kabar. Waktu telepon itu, dia cerita kesibukan dia antara lain dia sibuk mengurus BLBI," ujar Khaidir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Khaidiri, gara-gara pembicaraan yang menyebut BLBI itu juga, dia ikut dipanggil KPK.
"Rupanya dia (Artalyta) sedang disadap KPK. Gara-gara itu saya ikut dipanggil KPK, sebagai petunjuk Artalyta apa benar dia mengurus itu (BLBI). Itu yang diperlukan KPK, sehingga saya ikut dimintai keterangan. Kalau benar tidaknya, itu urusan Artalyta," ujar pria 57 tahun ini.
Betul Artalyta menjanjikan uang kepada Anda? "Nggak ada itu, nggak ada," bantah Khaidir.
Khaidir mendapat hukuman disiplin berat berupa pembebasan dari jabatan Ketua PN Jakarta Barat terhitung Kamis 10 Juli 2008.
(fiq/fiq)











































