Baja (71) mengaku terkejut dan syok atas tuduhan yang dilontarkan Marichu Baoanan. Marichu merupakan bekas pembantu Baja di New York, AS. Wanita itu menuntut dirinya dan keluarganya di pengadilan AS.
"Ini tak terduga karena rekrutmennya dan kepergian ke New York dilakukan menurut semua aturan dan regulasi yang sesuai hukum dan kebijakan visa AS," kata Baja, pensiunan diplomat itu seperti dilansir AFP, Jumat (11/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marichu mulai bekerja untuk keluarga Baja pada Januari 2006. Namun setelah bekerja 3 bulan, dia pergi tanpa sepengetahuan keluarga Baja.
Dalam gugatannya, Marichu mengklaim dirinya bekerja 18 jam sehari dan tidak mendapat pakaian musim dingin. Dia mengaku dipaksa tidur di ruang bawah tanah dengan hanya beralaskan tikar.
Marichu menuduh keluarga Baja hanya menggajinya US$ 100 untuk 3 bulan kerja dan US$ 100 lagi untuk mengasuh putra Baja.
Menurut Marichu, keluarga Baja telah menipu dirinya sehingga dia mau membayar 250 ribu peso (US$ 5.500) untuk pergi ke AS. "Saya punya kesan mereka akan membantu saya menemukan pekerjaan sebagai perawat, namun saya malah dipaksa kerja sebagai pembantu selama tiga bulan di bawah kondisi abusiv," cetus wanita yang merupakan perawat terdaftar di Filipina itu.
Marichu memasukkan gugatan terhadap Baja ke pengadilan New York pada 24 Juni. Kini Baja telah menyuruh pengacaranya untuk memasukkan gugatan balik terhadap Marichu.
(ita/ana)











































