"Kami hanya dikasih makan dari pihak bandara sekali sehari, kadang juga dua kali sehari," keluh salah seorang TKI, Warini, saat ditemui detikcom di Bandara Dubai, Rabu (9/7/2008).
Jatah makan tersebut dirasanya sangat kurang. Apalagi mereka harus berjuang dengan kelelahan fisik dan mental yang bisa membuat jatuh sakit. Akhirnya meminta-minta menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari mereka. Meskipun bukan dengan cara yang ekstrim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warini mengatakan, dia dan kawan-kawan sama sekali tidak membawa uang. Niatan mereka ke Dubai justru untuk mencari uang. Barang-barang di bagasi juga tidak bisa mereka ambil. Teman sesama TKI banyak yang merasa iba dengan nasib Warini dkk. Warini diberi
uang, dan terkadang makanan.
"Kita cerita, kita belum bisa pulang. Terus temen-temen kasihan, ada yang ngasih makanan atau uang. Kadang-kadang 10 real atau 10 dirham. Kita buat beli biskuit buat sama-sama," ungkap Warini.
Warini dkk tidak tahu kapan akan dipulangkan ke Indonesia. Niat untuk bekerja di Dubai, UEA, kandas karena terbentur peraturan ketenagakerjaan setempat. TKI yang pernah bekerja di UEA tidak boleh kembali bekerja di sana untuk kedua kalinya.
Berikut ini adalah data kesembilan TKI malang itu yang dihimpun detikcom:
1. Siti Aminah asal Banten, tiba di Dubai 28 Juni 2008. PJTKI: PT Sinar Berlian Mandiri
2. Niri Sanapi asal Cirebon, tiba di Dubai 6 Juli 2008. PJTKI: PT Bin Hasan
3. Warini asal Indramayu, tiba di Dubai 26 Juni 2008. PJTKI: PT Al Jaidi Ikhwan
4. Khomisah asal Subang, tiba di Dubai 28 Juni 2008. PJTKI: PT Almina Indah
5. Napiah asal Indramayu, tiba di Dubai 4 Juli 2008. PJTKI: PT Muhasa Tama
6. Kartini asal Karawang, PJTKI: PT Bakhtir Ikhwan
7. Tini binti Acik Sainan asal Tangerang.
8. Lina binti Kastaman asal Indramayu, tiba di Dubai 23 Juni 2008. PJTKI: PT Cemerlang Bintang Sekawan
9. Ana Jayan asal Malang, tiba di Dubai 7 Juli 2008. (gah/fay)











































