Namun menurut mantan PM Mahathir Mohamad, Najib tak akan pernah menjadi PM. Mahathir memperkirakan, tuduhan-tuduhan lainnya akan terus dilemparkan ke Najib untuk menjatuhkannya. Sampai akhirnya dia akan dianggap tidak layak untuk terus menjabat Wakil PM.
"Seseorang yang dianggap lebih loyal kepada Datuk Seri Abdullah Badawi akan menggantikan dia (Najib). Akan tetapi, kandidat pengganti tidak akan mengambil alih posisi tertinggi itu pada 2010 karena dia belum berpengalaman," cetus Mahathir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Badawi telah mengumumkan keputusannya untuk mundur pada Juni 2010. Menurut Badawi, waktu 2 tahun itu akan cukup baginya untuk melaksanakan berbagai proyek dan program yang telah direncanakannya bersama Najib.
"Itu juga akan memberikan waktu yang cukup bagi Najib untuk menyiapkan dan bersiap untuk pemilihan umum yang harus diadakan pada tahun 2013," ujar Badawi.
Badawi membantah anggapan kalau dirinya menyerah pada tekanan-tekanan. Dia juga membantah keputusannya untuk mundur merupakan kemenangan bagi oposisi. (ita/ana)











































