Sekilas keempat polisi tersebut mirip anggota Densus 88 Mabes Polri. Namun belum ada konfirmasi apakah benar mereka dari Densus 88. Termasuk juga dalam rangka apa mereka berada di tempat tersebut.
"Puluhan polisi naik ke atas kapal. Sedangkan 4 di antaranya, bersiaga di tangga kapal. Mereka berseragam hitam-hitam, membawa senjata laras panjang, dan menggunakan penutup kepala," ujar seorang penumpang kapal kepada detikcom, Jumat (11/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya kapal berangkat Rabu pukul 18.00 WIB, tapi baru berangkat pukul 04.30 WIB keesokan harinya. Gara-gara proses pemuatan barang yang berlebihan," katanya.
Situasi ini membuat para penumpang protes. Salah seorang penumpang yang ternyata anggota polisi, mengajak sejumlah penumpang lainnya ke anjungan kapal. Akhirnya keributan antara penumpang dan sejumlah preman pun terjadi. Bahkan anggota polisi itu sempat dikeroyok beberapa orang. Namun keributan itu berhasil dilerai aparat setempat.
"Muatan kapal dan penumpang di KM ini memang berlebihan. Kapal ini berkapasitas 2.000 orang, tapi membawa hampir 4.000 orang," ujarnya.
KM Kelud bersandar di pelabuhan penumpang Tanjung Priok sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, puluhan personel polisi sudah berjaga-jaga. Begitu kapal sandar, para personel polisi dan sejumlah provost naik ke atas kapal. Mereka membawa oknum polisi yang sempat mengamuk tadi turun.
Namun setelah itu, polisi tidak langsung meninggalkan kapal. Mereka tetap bersiaga di sekitar kapal. Bahkan tak lama kemudian didatangkan 4 personel polisi berseragam hitam-hitam ala Densus 88 itu. (djo/asy)











































