Kasus pemerkosaan ini terungkap ketika ibu Nurani, Omi Yuliarti, melapor ke Polsek Seberang Ulu II, Palembang, Kamis (10/09/2008) siang.
Dugaan pemerkosaan itu terjadi Rabu (09/07/2008) kemarin, sekitar pukul 19.30. Saat itu malam hari, dan korban yang memang cacat mental ini main ke rumah tersangka.
Secara tiba-tiba, bapak empat anak ini langsung membekap mulut korban dan menyuruhnya masuk ke kamar dan mengunci kamar dari dalam. Nurani yang cacat mental ini tidak menyadari kejadian yang menimpanya dan menurut saja saat tersangka meminta membuka baju dan tidur terlentang.
Setelah puas, tersangka sempat memberikan minuman es kacang pada korban. Nurani terus merintih meminta pulang.
Karena saat itu situasi sedang ramai, tersangka menyuruh korban pulang melalui pintu belakang dengan membobol lantai rumah panggung. Apalagi saat itu ibu korban terus memanggil-manggil Nurani.
Sementara itu Nanguning membantah dirinya telah memperkosa. "Aku tidak memperkosa, dia sendiri yang membuka baju menyodorkan tubuhnya. Aku nih impoten," kata Nanguning, saat digelandang di kantor polisi.
Namun, Nanguning mengaku dirinya memang sempat tergiur memperkosa korban karena telah dua tahun tidak tidur lagi bersama istrinya. Apalagi belakangan dirinya diketahui impoten. (tw/asy)











































