PT Medco akan lebih selektif menerima tamu. PT Medco melarang semua peralatan elektronik terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang bisa memicu api.
"Sesuai dengan prosedur keselamatan, semua warga tanpa kecuali harus mematuhi peraturan tersebut dengan tidak membawa peralatan elektronik seperti kamera, ponsel, korek api dan peralatan lainnya yang bisa menimbulkan percikan api. Selain itu jika mendekati lokasi sumur Petar 01 tersebut harus menggunakan penutup hidung dan penutup telinga. Sebab selain bau gas, suara yang ditimbulkan cukup keras di atas 80 desibel. Suara itu bisa merusak gendang telinga,” kata Kepala Bagian Humas PT Medco E&P, Dudi Komaruddin, kepada pers, Kamis (10/07/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dudi, saat ini, pihaknya telah mendatangkan dua konsultan dari perusahaan Abel AS yang dipimpin langsung oleh Abel bersama Rick Braker. Abel AS akan mengatasi masalah mulai dari perencanaan hingga penutupan(killing well).
Selain itu juga, pihaknya telah mulai mendatangkan beberapa peralatan berat dan pendukungnya dari Medco E & P wilayah Sekayu. Selain itu ada beberapa papan peringatan dan larangan membawa peralatan elektronik tertera jelas di pintu masuk untuk menuju ke lokasi sumur Petar 01. Selain itu juga, di lokasi semburan gas sumur petar 01 dibagi menjadi tiga zona yaitu zona Hijau, Kuning dan merah.
Dari zona hijau ke zona kuning, rombongan harus berjalan sejauh 600 meter. Dan di zona kuning masyarakat yang hendak melihat semburan gas lebih dekat semburan harus memakai alat pengaman seperti penutup telinga.
Sementara itu Bupati Muaraenim, Kalamudin D, saat melakukan kunjungan ke lokasi, Rabu (09/07/2008) mengharapkan agar pihak PT Medco untuk sesegera mungkin mengatasi semburan gas yang keluar dari sumur gas petar 01 sehingga tidak membuat masyarakat resah.
Walaupun pihak PT Medco telah memberikan bantuan sembako, namun masih dinilai kurang oleh masyarakat. Warga yang sangat menggantungkan hidup sehari-hari dari perkebunan sejak dua pekan terakhir tidak dapat menyadap karet.
Seperti diungkapkan Suminah, warga Petar Dalam. Ia mengaku sulit mencari nafkah karena kebun miliknya berada di dekat semburan gas. PT Medco melarang masuk lokasi. (tw/asy)











































