Klarifikasi RANTF-BRR Soal 'Dana Rp 5 Milyar Jadi 1 Milyar'

- detikNews
Kamis, 10 Jul 2008 15:07 WIB
Jakarta - Recovery Aceh-Nias Trust Fund (RANTF), Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias dan Yayasan Bustanussalatin memberikan klarifikasi atas proyek Taman Bustanussalatin dan jejak sejarah Aceh yang dituding sebagai proyek fiktif.

Berita tentang proyek fiktif ini dimuat di detikcom pada 3 Juli 2008 dalam tiga judul:

1. Proyek Siluman Taman Raja Aceh-Jadi Ikon Tapi Tidak Dikenal
2. Proyek Siluman Taman Raja Aceh-Dana Miliaran, Proyek Tak Jalan
3. Proyek Siluman Taman Raja Aceh-Dana Rp 5 M Susut Jadi Rp 1 M.


RANTF, BRR dan Yayasan Bustanussalatin tentang berita "Proyek Siluman Taman Raja Aceh-Dana Rp 5 M Susut Jadi Rp 1 M", memberikan klarifikasi sebagai berikut:


1. Berita detikcom berbunyi "Proyek Siluman Taman Raja Aceh, dana Rp 5 milyar susut jadi Rp 1 m………..“Misalnya, jika nilai proyek yang mereka dapat senilai Rp 5 milyar. Ketika disubkontrakkan ke pihak lain, angkanya menyusut menjadi Rp 3 milyar. Parahnya lagi, pihak yang menjadi subkontrak kemudian melimpahkan lagi ke pihak lain, sehingga nilai proyeknya semakin menyusut hingga Rp 1 milyar. "


Klarifikasi RANTF-BRR dan Yayasan Bustanussalatin:

Judul di atas sama sekali tidak proporsional dengan isi artikelnya sendiri. Proyek Bustanussalatin ini dikatakan proyek siluman, karena dana Rp 5 milyar jadi 1 milyar, padahal menurut isi artikel dana 5 milyar jadi 1 milyar itu permisalan saja, mengapa ditarik menjadi kesimpulan dan judul untuk proyek Bustanussalatin?

2. Berita detikcom berbunyi "“…Hampir semua warga di daerah tersebut mengaku, tidak pernah mendapat pelatihan terkait proyek miliaran tersebut".

Klarifikasi RANTF-BRR dan Yayasan Bustanussalatin:

Geucik Gampong Pande dan kelompok ibu-ibu mengikuti kegiatan pembibitan dan pelatihannya. Pelatihnya adalah Pak Irdus, dari Dinas Pertamanan.

Pembibitan Gampong Pande merupakan satu lokasi dari sekian banyak lokasi keseluruhan proyek.

3. Berita detikcom berbunyi "Muthalib juga menjelaskan, proyek Taman Bustanussalatin yang dikerjakan Kamal tidak berkoordinasi dengan pihaknya….Dinas Pertamanan tidak dilibatkan".


Klarifikasi RANTF-BRR dan Yayasan Bustanussalatin:

Yayasan Bustanussalatin bekerjasama dengan Dinas Pertamanan, foto, notulensi rapat, dan MoU dengan Walikota mendukung ini.

4. Berita detikcom berbunyi "…Taman kota sekarang kondisinya semrawut dan tidak terurus. Karena Dinas Pertamanan dan Yayasan Bustanussalatin sama-sama bersikap menuggu, siapa yang akan mendandani taman, yang rencananya menjadi lokasi Taman Bustanussalatin".

Klarifikasi RANTF-BRR dan Yayasan Bustanussalatin:

Putroe Phang merupakan salah satu lokasi Bustanussalatin, selain itu diketahui juga bahwa pihak NGO lain (NGO asing) juga merencanakan pembangunan pertamanan di kawasan yang sama, namun tidak sama persis lokasinya. (iy/iy)