Pungkas Mendaki McKinley Jelang Cuaca Ekstrem

Pungkas Mendaki McKinley Jelang Cuaca Ekstrem

- detikNews
Kamis, 10 Jul 2008 11:37 WIB
Pungkas Mendaki McKinley Jelang Cuaca Ekstrem
Jakarta - Pungkas Tri Baruno memandaki Gunung McKinley menjelang penutupan jalur pendakian pada pertengahan Juli. Saat itu McKinley akan mengalami perubahan cuaca yang ekstrem.

"Karena perubahan musim, ditutup setelah berakhir 27 Juni, sampai 20 hari kemudian selesai. Setelah itu cuacanya buruk," ujar Ketua Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Jody Alexander, ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (9/7/2008).

Menurut dia, pendaki gunung es sebaiknya mempunyai standarisasi kualifikasi. Kalau targetnya McKinley, imbuh dia, bisa mencoba mendaki gunung es kecil yang banyak di wilayah Himalaya atau Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di McKinley, harus mempunyai keterampilan membawa beban sendiri. Karena di sana nggak ada porter, yang ada hanya pemandu perjalanan," ujar dia.

Jody juga mengaku tidak berkomunikasi sama sekali dengan tim ekspedisi dari Kwarnas ini. "Kita nggak diberitahu. Mereka juga bukan anggota federasi mountaineering," ujar dia.

Jody menduga rombongan Kwarnas Pramuka yang tergabung dalam 'Tim Ekspedisi Tunas Indonesia Mt Mc Kinley Alaska-Mt Vinson Massif Antartica 2008', mengambil jadwal pendakian yang terakhir. Sebagai perbandingan, FMI juga berencana menaklukkan 7 puncak tertinggi di dunia (7 Summits) melalui pendakinya Franky Kowaas.

Sejak dimulai pada Maret 2008, Franky, imbuh Jody, baru menaklukkan Gunung Kilimanjaro, Afrika pada April 2008. Franky akan ke Gunung Elbrush, Eropa (Juli 2008), Gunung Vinson Massif, Antartika (Desember 2008), Gunung Aconcagua, Argentina (Januari 2009), Gunung McKinley (Februari 2009), Gunung Everest, Himalaya (Juni 2009), dan Puncak Cartenz, Jayawijaya, Papua (17 Agustus 2009). (nwk/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads