"Mudah-mudahan ini karena salah tulis bukan karena penyelewengan," kata Kepala BP Migas R Priyono saat menggelar jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2008).
Menurut Priyono kemungkinan ICW salah menghitung karena biasanya data-data yang didapatkan masyarakat hanya diambil dari data-data seminar saja. BP Migas pun meminta salinan laporan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Haryono Umar menjelaskan, laporan ICW akan didiskusikan bersama BP Migas. Haryono mengharapkan BP Migas lebih transparan membahas laporan ICW.
"Itu tetap kita jadikan bahan dan akan kita bahas bersama," tandas pria berkumis tipis itu.
(rdf/ptr)











































