Mula-mula, sejumlah petugas KPU berkeliling menghampiri seluruh pemimpin parpol yang hadir di ruang sidang utama lantai 2 Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (9/7/2008). Para pimpinan parpol mengambil nomor urut untuk maju mengundi amplop nomor peserta pemilu.
Tak disangka, PKB mendapat urutan pertama untuk mengambil amplop berisi nomor peserta Pemilu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menegur mereka karena seharusnya amplop itu tidak dibuka terlebih dahulu. Hafiz pun meminta pengambilan amplop diulang kembali.
Apa boleh buat, Muhaimin dan Yenny mengambil satu amplop lagi secara bersamaan. Jemari keduanya memegang satu amplop yang kemudian diacungkan itu. Selanjutnya, amplop yang masih belum boleh dibuka itu dibawa Muhaimin ke tempat duduknya.
Hingga pukul 14.50 WIB, para pimpinan parpol masih mengantre mengambil amplop.
(fiq/fay)











































