"Pendamping segera melakukan CPR. Serta memberikan suntikan dua dosis Epinephrin untuk mencegah cardiac arrest (jantung berhenti) namun tidak berhasil," ujar Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Kwarnas) Azrul Azwar.
Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers di Kantor Kwarnas, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (9/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang naik ke atas itu 2 orang, Dik Pungkas dan Dik Nugroho. Yang tinggal di Basecamp itu Dik Bayu dan Dik Zulva," imbuh dia.
Pada ketinggian 6.000 meter, cerita Azrul, bersama pendamping dari Rangers, kedua pendaki itu berhasil sampai puncak gunung dan menancapkan bendera merah putih. Saat itulah, lanjutnya, Pungkas terduduk dan jatuh lemah.
"Dia sempat bangkit kembali namun terduduk kembali dan pingsan," ujar Azrul.
Azrul melanjutkan, menurut konsulat Jenderal RI di San Fransisco, Pungkas sempat dilarikan ke tempat lebih hangat. "Namun dijumpai jantung Pungkas sudah tidak berdetak lagi," lanjut dia.
Mengenai kedatangan jenazah, Azrul mengatakan, masih menunggu konfirmasi dari tim jagawana dan tim dokter yang akan melakukan eksaminasi atau menentukan perlu tidaknya otopsi. "Kita belum tahu," tandasnya. (ptr/ken)











































