"Saya tahu betul tim ini. Saya pernah bilang ke mereka, kalau mau jujur anda dan teman-teman berangkat bisa berangkat sebagai penggagas bukan sebagai atlit. Saya tahu betul persis skillnya. Harusnya bertahap. Mereka bisa, tapi harus bertahap, tidak sekarang," tutur mantan penasehat tim ekpedisi ini, yang juga mengundurkan diri, Dondy Rahardjo, ketika dihubungi detikcom, Rabu (9/7/2008).
Tim Ekspedisi Tunas Indonesia dimotori oleh Rudi Harsono. Menurut Dondy, skil Rudi harus dipersiapkan supaya lebih matang. "Saya tahu skill Rudi. Itu kan dia di Kilimanjaro juga tidak berhasil. Makanya saya bilang dia harus lebih panjang persiapannya," ucap Dondy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Don Hasman, salah seorang pendaki senior yang juga mantan penasehat tim ekspedisi ini, mengakui jika skill untuk mendaki Mc Kinley tidak cukup. "Mereka hanya terbiasa mendaki Gunung Salak. Kalau menurut saya, ini ekspedisi tidak masuk akal, dan menghamburkan uang," terang Don Hasman.
Meski tak direstui oleh sejumlah penasehatnya, tim ini tetap berangkat atas izin Pramuka. Bahkan, tim berangkat dilepas Menkokesra dan Menpora. Saat dilepas, ekspedisi ini disebut-sebut untuk memperingati 100 tahun Pandu sedunia dan 100 tahun Kebangkitan Nasional. (gun/fay)











































